6 Prinsip Desain User Interface untuk UX

Ingin berkarier di dunia desain UX? Bila jawabanmu iya, kamu perlu mengetahui beberapa prinsip dasar UX design.

Sejatinya, prinsip-prinsip ini akan membantu desainer untuk membuat rancangan yang ramah dengan kebutuhan para pengguna.

Nah, berikut adalah enam prinsip UX design yang telah Glints rangkum khusus untuk kamu. Yuk, disimak!

  1. Fokus desain harus sesuai keperluan pengguna

Prinsip utama dalam UX design adalah untuk memusatkan rancangan pada keperluan pengguna.

Prinsip ini menjadi inti dari desain UX karena membantu desainer untuk memerangi masalah yang sangat umum ditemukan dalam dunia desain.

Masalah tersebut adalah dimana para desainer UX berlomba untuk membuat rancangan terbaik dengan harapan mengesankan desainer lain.

Padahal, desain yang hebat merupakan kombinasi bentuk dan fungsi elegan yang telah diintegrasikan sesuai pengalaman pengguna.

Jika desainer sukses untuk membuat desain seperti ini, mereka sukses membuat situs yang benar-benar berpusat pada pengguna.

Menerapkan prinsip ini melibatkan pemikiran yang cermat tentang cara pengguna layanan berinteraksi dengan situs perusahaan.

Oleh karena itu, dengan bantuan dari tim researcher UX, desainer perlu menjalankan analisis mendalam mengenai kebiasaan dan pola pikir user layanan perusahaan.

  1. Desain harus konsisten

Melansir 99Designs, prinsip UX design yang lebih spesifik dan sangat penting untuk membangun situs web yang baik, adalah konsistensi.

Konsistensi berarti desain beserta fungsi yang telah dirancang tetap sama pada seluruh halaman situs perusahaan.

Penting juga bagi desainer untuk mengetahui bahwa banyak aplikasi dan situs web populer yang hanya menggunakan satu kerangka rancangan untuk desain UI mereka.

Baik dalam rancangan penempatan tombol, hingga fungsi desain pada halaman “menu”.

Meskipun terlihat tidak inovatif, hal ini justru memberikan dampak positif karena tidak membingungkan bagi user layanan.

  1. Rancang desain yang mudah digunakan

Aturan penting dari dasar-dasar desain UX adalah untuk merancang desain dengan mempertimbangkan aksesibilitas.

Dengan kata lain, tanggung jawab seorang desainer adalah untuk memastikan bahwa desain yang ia buat dapat digunakan oleh seluruh kalangan pengguna.

Ini berarti desain mereka juga harus dapat diakses oleh penyandang disabilitas.

Supaya bisa meraih tujuan ini, desainer harus menghilangkan rintangan dari tata letak desain untuk navigasi yang bebas masalah.

Misalnya, desainer dapat menggunakan warna kontras untuk teks di latar belakang guna membantu pengguna tuna netra.

  1. Konteks adalah kunci untuk desain yang baik

Menyadur Springboard, prinsip UX design yang kerap dilupakan desainer adalah konteks.

Ketika sedang merancang desain, desainer perlu memikirkan kembali konteks rancangan dari perspektif user.

Di mana lokasi mereka? Apakah mereka menggunakan PC dan sedang duduk di meja kantor? Bagaimana perasaan mereka jika membuka situs web perusahaan?

Semua faktor ini akan membantu desainer untuk memahami perilaku pengguna.

Setelah memiliki wawasan tentang semua hal tersebut, desainer dapat menyiapkan desain yang mampu memaksimalkan pengalaman pengguna.

Misalnya, keadaan emosional pengguna akan memengaruhi kesabaran atau ketidaksabarannya saat berinteraksi dengan UI produk atau layanan perusahaan.

  1. Pastikan hierarki dari desain

Jika ingin merancang desain UX yang baik, desainer perlu memastikan hierarki yang akan ia tempatkan dalam desain.

Sebenarnya, mudah saja bagi desainer untuk meremehkan hierarki. Akan tetapi, hierarki adalah prinsip UX yang dapat memastikan kelancaran navigasi pada seluruh desain.

Umumnya, ada dua hierarki utama yang perlu diperhatikan desainer. Pertama, hierarki yang dikaitkan dengan bagaimana konten atau informasi diatur di seluruh desain.

Lalu, ada juga hierarki visual, yang memungkinkan pengguna untuk menavigasi dengan mudah di dalam halaman situs.

6 Sediakan user control

Terakhir, menurut Career Foundry, prinsip UX design yang perlu diingat oleh calon desainer adalah user control.

User control memiliki beberapa peran dalam UX. Akan tetapi, umumnya, pengguna akan memiliki pengalaman yang lebih baik jika desainer memberikan penjelasan dan kendali atas posisi serta kegiatan mereka di dalam situs.

Aspek penting dari user control adalah untuk membantu pengguna bila mereka melakukan kesalahan.

Misalnya, setiap kali pengguna mengeklik lebih dari satu level ke bawah dalam hierarki, mereka perlu memiliki tombol yang dapat membawa mereka kembali ke posisi semula.

Demikian pula, saat pengguna mulai membuat item baru seperti email. Tombol “cancel” akan membiarkan user meninggalkan halaman dan kembali melakukan kegiatan sebelumnya.

Yang perlu diingat, adalah bahwa prinsip-prinsip ini akan membantu kamu untuk merancang desain yang ramah pengguna.

Intinya, selalu sediakan konteks dan pertimbangkan kembali apakah desainmu sudah sesuai dengan kebutuhan user.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.